Hampir semua dari kita pernah merasakan jatuh cinta. Hampir semua dari kita pula mungkin pernah merasakan sakit hati karena putus cinta atau cinta tidak berbalas. Banyak pertanyaan di otak kita bagaimana mengobati sakit hati karena putus cinta.Gagal dalam cinta tentu saja mempengaruhi kehidupan sehari-hari, bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa putus cinta dapat merusak fungsi individu dalam kehidupan sosial. Untuk para remaja, sakit hati merupakan penyebab utama untuk melakukan tindakan bunuh diri.padahal mereka lupa kalo mereka sendiri yang ambil pilihan untuk saling mencintai dan memiliki pada awalnya.
Sakit hati karena putus cinta tentu saja dirasakan oleh pria dan wanita. Wanita, lebih dikenal karena dikatakan lebih emosional dibanding laki-laki. Selain fakta bahwa laki-laki cenderung lebih mudah menyukai seseorang, perlu diketahui juga laki-laki lebih kesulitan untuk mengobati sakit hati karena putus cinta dibanding wanita. pada intinya wanita maupun pria itu sama,, sama-sama punya hati dan perasaan.
Sakit Hati Karena Cinta, biasanya di pengaruhi oleh beberapa faktor:
- kedekatan sebuah hubungan.
- Lamanya sebuah hubungan, Hasil penelitian menunjukan tingkat stres lebih rendah dimiliki oleh individu yang baru beberapa minggu menjalani hubungan di bandingkan yang lebih lama menjalin hubungan.
- `kemudahan` dalam kasus ini adalah ketika mencari pesangan pengganti yang begitu mudah di lakukan oleh pasangan kita.
Namun, tampaknya alasan dibalik putus cinta juga mempengaruhi, karena hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang ‘diputuskan’ secara mendadak dikatakan memiliki tingkat sakit hati yang lebih tinggi dibanding individu yang tidak mengalami hal serupa. Bahkan, individu yang putus cinta karena dikhianati dikatakan memiliki tingkat sakit hati hampir menyamai tingkat sakit secara fisik.
Alasan setiap pasangan berbeda ketika memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan, Mengatasi sakit hati karena hal tersebut bukanlah sebuah hal yang mudah.
well, gw punya sedikit masukan untuk yang sedang atau bahkan yang belum merasakan sakit hati.
Pertama
Sharing atau berbagi. Berbagi atau mencurahkan isi hati dikatakan mampu meringankan beban yang dirasakan karena berbagi mampu membantu otak melepaskan opiods atau zat yang meringankan stress. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pria lebih sulit melupakan sakit hati karena putus cinta, hal tersebut mungkin berkaitan dengan fakta bahwa wanita lebih mudah berbagi dibanding pria.
Kedua
Berolah raga. Selain berbagi, opioids juga bisa dilepaskan otak melalui aktivitas berolahraga.gak mesti yang olahraga yang berat-berat ko bisa dengan lari-lari keliling komplek or push up atau juga bisa dengan mencuci pakaian dan menguras kamar mandi.. intinya badan kita bergerak..
Terakhir
Relaksasi atau meditasi. Bentuk dari relaksasi dan meditasi yang bisa dilakukan pun bermacam-macam, seperti menarik nafas panjang, yoga atau bahkan menulis seperti diary atau BLOG seperti gw ini karena menulis mampu mengurangi tingkat stress yang dirasakan.
Berkaitan dengan relaksasi dan berolahraga, langkah lain yang bisa dilakukan adalah tidur. Sulit tidur dan depresi merupakan hal-hal yang dapat muncul ketika seorang individu sedang merasakan patah hati. Merupakan hal yang sulit bagi individu untuk dapat tidur, oleh karena itu relaksasi, meditasi, dan olahraga dapat membantu untuk tidur. Namun perlu diingat bahwa terlalu banyak tidur juga dialami oleh beberapa individu yang patah hati, maka batasi lah jumlah tidur, 6-8 jam perhari.Kalo sakit berlanjut Hubungi mantri terdekat aka (iklan obat)
Hal lain yang dikatakan membantu adalah dengan membayangkan melakukan dialog dengan pasangan. Bentuk dialognya lebih kearah mencurahkan isi hati, curahan isi hati pun dapat berupa cercaan atau makian atas beberapa sifat buruk yang dimiliki pasangan, atau bahkan pujian atas apa yang telah dilakukan pasangan. Mampu mengontrol dan memproses perasaan dikatakan sebagai salah satu cara untuk mengurangi efek negatif patah hati.tapi inget hanya membayangkan sosoknya saja bukan hal yang lain oke
Hal-hal diatas dapat membantu proses penyembuhan karena gagal dalam cinta. Namun seperti yang sering kita dengar, dan didukung oleh survey sebuah penelitian, dua hal yang paling membantu patah hati adalah waktu dan kemudahan dalam mencari pasangan pengganti. Untuk waktu, penelitian menunjukkan bahwa dua bulan pertama merupakan waktu yang paling berat setelah patah hati untuk sebagian besar individu, namun dikatakan pula setelah itu sakit hati dapat berkurang sedikit demi sedikit. Sedangkan untuk pasangan baru, semakin mudah menemukan pengganti maka sakit hati yang dirasakan dapat berkurang.
dan selama masa waktu itu ada baiknya kita untuk lebih mengexplor diri kita sendiri kita buka mata, hati dan pikiran kita ke dunia luar yang sempat kita tutup saat masih sama doi..
GOOD LUCK
Sumber:
Field, F., Diego, M., Pelaez, M., Deeds, O., & Delgado, J. 2009. Breakup distress in university students.

